Jumat, 12 Agustus 2011

Stage Report

  SOUND OF TOBACCO #2
@ Gedung Balai Desa Pandean, 17 juli 2011
Sebuah tanda Tanya besar yang sangat menarik untuk diakui kemudian dicoba untuk dipecahkan walau toh tidak tau juga bagaimana nanti jadinya; terpecahkan atau tidak.
Jika kita ambil dari diskursus filsafat sejarah, maka kita akan bertemu dengan masa dimana perubahan terjadi begitu dahsyat terutama didunia barat sekitar abad – 20. Atau jika kita melihat pada referensi –referensi buku-buku terbitan Cambridge University, Oxford University serta hasil pembelajaran      ^ Frascina and Harrison, Clement Greenberg dan penulis-penulis semacamnya maka akan bertemu dengan konsepsi tentang (dalam terjemahan bebas), Perubahan secara cepat melawan nilai-nilai konservatif realisme. Hal ini menuntun kita pada hadirnya strata sosial masyarakat baru, system sosial, seni, pemikiran, pergerakan dsb.

Sedangkan Restorasi akan berarti rekonstruksi, sebenarnya tajuk diatas bisa berarti sama ataupun berbeda jika peletakannya berbeda.

Agar pembahasan mengenai dua hal ini tidak menuntun kita lebih dalam menelusuri labirin, baik adanya jika kita meletakkan dua hal ini pada pergerakan dan music di temanggung khususnya hal-hal yang mewarnai Sound of Tobacco#2 (untuk kemudian akan disebut dengan SOT#2).
Modernism – Restoration adalah text line, isu yang diangkat pada SOT#2, seperti halnya pengertian-pengertian diatas yang merefleksikan pengaruh baik internal maupun eksternal, maka, pergerakan ini pun pasti juga terkena atau minimal terbayangi hal itu. Modernism-restoration adalah proses panjang dialektika. Karena jika proses situ terbentur akan menghasilkan sesuatu yang baru yang untuk  kemudian musti dibenturkan lagi dan lagi dan seterusnya tanpa berhenti. Itulah juga keinginan besar dibalik SOT#2, dimana perlunya merekonstruksi modernitas-modernitas yang mewarnai kita. Sebuah pemetaan mengenai scene yang diharapkan bisadigunakan sebagai sebuah pengayaan referensi sehingga bisa dengan bebas dan luwes belajar bersama memperkaya referensi bersama-sama sebagai refleksi pembelajaran mutakhir, paling tidak untuk saat ini sampai sampai ditemukannya konsepsi baru dan itu pasti dan keniscayaan!

Kubawa-bawa Matahariku
Kubagi-bagi layaknya roti
Semua mendapatkannya
Semua jadi senang gembira
(kue Matahari)
SOT#2 merupakan tanda dilahirkannya permusyawaratan bersama dari berbagai unsure-dari beragam warna gerakan di Temanggung. Dan semestinya memang harus dimaknai seperti itu, sehingga perbedaan scene yang sering mengakibatkan tidak menyatunya pergerakan tidak terjadi di kota ini.
(mohon kawan-kawan bersedia member referensi lain di edisi yang selanjutnya. REVOLT!)
Setelah sukses melangsungkan yang pertama kali, kali ini Temanggung Bersatu mengadakan lagi Sound Of Tobacco #2. Seperti tahun sebelumnya band-band lokal maupun dari luar kota mampu membuat gaduh para penonton, di buka dengan band screamo asal kota tembakau sendiri mampu menarik menarik gairah para penonton, sebut saja BLOOD OF DIAMOND  yang di lanjutkan perform dari DEMON CHILD ROBOTIC, NEVER RETURN, READY EVERYDAY, HELLO MR.POKER, JANIN IBLIS, SIKAKSKALIE.
 Setelah bersantai santai dengan music ska rocksteady band hardcore asal kota Magelang FIREBIRD memancing penonton untuk mendekat ke bibir panggung tak sedikit yang melakukan circle pit, setelah itu suasana begitu tenang saat ASTRONOISE menyajikan nuansa 8bit modernnya. Tidak kalah menarik NOT INTO DETAILS band melodic yang sudah cukup lama ikut memeriahkan acara. Dilanjutkan penampilan dari THE C.E.C, DISPERCHY, B.I.D.T, BAD BROTHERS. Setelah itu di lanjutkan dengan penampilan band black metal lawas yang tidak asing lagi, sebut saja KELAM. Tak di sangka-sangka semua yang ada di dalam gedung serentak berdiri tanpa kecuali untuk menyaksikan perform band yang termasuk dituakan di Temanggung.
Acarapun masih berjalan dengan lancar di lanjutkan perform dari band-band punk dan sekitarnya sebut saja THE THE THE dan PROYEK LIAR, setelah itu CONFLICT 60 hardcore band asal kota parakan di teruskan oleh penampilan band psychobilly satu-satunya di temanggung PRISON OF BLUES. Masa T.D.M (Temanggung Death Metal) serentak maju ke depan panggung saat NOCTURNAL KUDETA band asal kota Yogyakarta melantunkan Sajak Berontak. Waktu tak terasa sudah semakin sore dan penontonpun tidak sedikit yang pulang, tapi itu tidak menyurutkan anak-anak PYONG PYONG, band melodic asal kota Semarang itu tetap semangat dan menampilkan perform yang menarik. Circle pit, Mhosing menghiasi saat MORNING SICK ikut meramaikan acara, kemudian di lanjutkan dengan STROOM ACCU, N.F.S, dan di tutup oleh band power pop local HEY INSOMNIA. Show berakhir jam 18.30, dengan ticket Rp.5.000,- dan Rp.8.000,- penonton terlihat puas menonton acara yang diadakan setahun sekali ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar